Rabu, 10 November 2010

8 Pengertian Cinta menurut AL Qur'an

Menurut hadis Nabi, orang yang sedang jatuh cinta cenderung selalu mengingat dan menyebut orang yang dicintainya (man ahabba syai'an katsura dzikruhu), kata Nabi, orang juga bisa diperbudak oleh cintanya (man ahabba syai'an fa huwa `abduhu). Kata Nabi juga, ciri dari cinta sejati ada tiga :
  1. lebih suka berbicara dengan yang dicintai dibanding dengan yang lain,
  2. lebih suka berkumpul dengan yang dicintai dibanding dengan yang lain, dan
  3. lebih suka mengikuti kemauan yang dicintai dibanding kemauan orang lain/diri sendiri.

Bagi orang yang telah jatuh cinta kepada Allah SWT, maka ia lebih suka berbicara dengan Allah Swt, dengan membaca firman Nya, lebih suka bercengkerama dengan Allah SWT dalam I`tikaf, dan lebih suka mengikuti perintah Allah SWT daripada perintah yang lain.

Dalam Qur'an cinta memiliki 8 pengertian berikut ini penjelasannya:
1. Cinta mawaddah adalah jenis cinta mengebu-gebu, membara dan "nggemesi". Orang yang memiliki cinta jenis mawaddah, maunya selalu berdua, enggan berpisah dan selalu ingin memuaskan dahaga cintanya. Ia ingin memonopoli cintanya, dan hampir tak bisa berfikir lain.

2. Cinta rahmah adalah jenis cinta yang penuh kasih sayang, lembut, siap berkorban, dan siap melindungi. Orang yang memiliki cinta jenis rahmah ini lebih memperhatikan orang yang dicintainya disbanding terhadap diri sendiri. Baginya yang penting adalah kebahagiaan sang kekasih meski untuk itu ia harus menderita. Ia  sangat memaklumi kekurangan kekasihnya dan selalu memaafkan kesalahan kekasihnya. Termasuk dalam cinta rahmah adalah cinta antar orang yang bertalian darah, terutama cinta orang tua terhadap anaknya, dan sebaliknya. Dari itu maka dalam al Qur'an , kerabat disebut al arham, dzawi al arham, yakni orang-orang yang memiliki hubungan kasih sayang secara fitri, yang berasal dari garba kasih sayang ibu, disebut rahim (dari kata rahmah). Sejak janin seorang anak sudah diliputi oleh suasana psikologis kasih sayang dalam satu ruang yang disebut rahim.
Selanjutnya diantara orang-orang yang memiliki hubungan darah dianjurkan untuk selalu ber silaturrahim, atau silaturrahmi artinya menyambung tali kasih sayang. Suami isteri yang diikat oleh cinta mawaddah dan rahmah sekaligus biasanya saling setia lahir batin-dunia akhirat.

3. Cinta mail, adalah jenis cinta yang untuk sementara sangat membara, sehingga menyedot seluruh perhatian hingga hal-hal lain cenderung kurang diperhatikan.
Cinta jenis mail ini dalam al Qur'an disebut dalam konteks orang poligami dimana ketika sedang jatuh cinta kepada yang muda (an tamilu kulla al mail), cenderung mengabaikan kepada yang lama.

4. Cinta syaghaf. adalah cinta yang sangat mendalam, alami, orisinil dan memabukkan. Orang yang terserang cinta jenis syaghaf (qad syaghafaha hubba) bias seperti orang gila, lupa diri dan hampir-hampir tak menyadari apa yang dilakukan. Al Qur'an menggunakan term syaghaf ketika mengkisahkan bagaimana cintanya Zulaikha, istri pembesar Mesir kepada bujangnya, Yusuf.

5. Cinta ra'fah, yaitu rasa kasih yang dalam hingga mengalahkan norma-norma kebenaran, misalnya kasihan kepada anak sehingga tidak tega membangunkannya untuk salat, membelanya meskipun salah. Al Qur'an menyebut term ini ketika mengingatkan agar janganlah cinta ra`fah menyebabkan orang tidak menegakkan hukum Allah, dalam hal ini kasus hukuman bagi pezina (Q/24:2).

6. Cinta shobwah, yaitu cinta buta, cinta yang mendorong perilaku penyimpang tanpa sanggup mengelak. Al Qur'an menyebut term ni ketika mengkisahkan bagaimana Nabi Yusuf berdoa agar dipisahkan dengan Zulaiha yang setiap hari menggodanya (mohon dimasukkan penjara saja), sebab jika tidak, lama kelamaan Yusuf tergelincir juga dalam perbuatan bodoh, wa illa tashrif `anni kaidahunna ashbu ilaihinna wa akun min al jahilin (Q/12:33)

7. Cinta syauq (rindu). Term ini bukan dari al Qur'an tetapi dari hadis yang menafsirkan al Qur'an. Dalam surat al `Ankabut ayat 5 dikatakan bahwa barangsiapa rindu berjumpa Allah pasti waktunya akan tiba.  Kalimat kerinduan ini kemudian diungkapkan dalam doa ma'tsur dari hadis riwayat Ahmad; wa as'aluka ladzzata an nadzori ila wajhika wa as syauqa ila liqa'ika, aku mohon dapat merasakan nikmatnya memandang wajah Mu dan nikmatnya kerinduan untuk berjumpa dengan Mu. Menurut Ibn al Qayyim al Jauzi dalam kitab Raudlat al Muhibbin wa Nuzhat al Musytaqin, Syauq (rindu) adalah pengembaraan hati kepada sang kekasih (safar al qalb ila al mahbub), dan kobaran cinta yang apinya berada di dalam hati sang pecinta, hurqat al mahabbah wa iltihab naruha fi qalb al muhibbi.

8. Cinta kulfah. yakni perasaan cinta yang disertai kesadaran mendidik kepada hal-hal yang positip meski sulit, seperti orang tua yang menyuruh anaknya menyapu, membersihkan kamar sendiri, meski ada pembantu. Jenis cinta ini disebut al Qur'an ketika  menyatakan bahwa Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan kemampuannya, la yukallifullah nafsan illa wus`aha (Q/2:286)

Semoga kita termasuk kategori orang yg mencintai karena Allah swt.


Sumber: Millist MuslimRuhr &
http://rajasidi.multiply.com/journal/item/1842

Jumat, 29 Oktober 2010

Hati-Hati Penipuan via Telepon

Akhir-akhir ini sering terjadi penipuan lewat sms maupun telepon. Dua hari yang lalu, aku pun mengalaminya. Walaupun belum sempat menjadi korban karena aku udah curiga, tetapi tetap aja kita harus waspada.

Begini ceritanya.....
Sore itu (agak malem sekitar jam 8), sekeluarga lagi pada nonton TV, nonton sinetron, kadang diganti-ganti liat berita tentang Merapi. Tiba-tiba HP q yang lagi buat mainan adikku berdering, langsung dech diangkat. Dari seberang terdengar Assalamu'alaikum..... Dibales wa'alaikum salam dan adikku mengira yg telp adalah Om ku yang di Bali karena biasanya yg nelp ke no As ku cuma keluarga (Nomor ku yg ini tidak kusebarkan ke teman2). Tiba2 dari seberang ada suara orang menangis, bilang Mak..Mak... aku dijebak kancaku...dst. Ceritanya ada teman yg memasukkan sabu2 ke kantong Om ku. Orang yg menangis tersebut tersebur emang kurang jelas ngomongnya. Simbah q pun panik, apakah itu Om ku yang di Magelang atau yang di Bali. Mbah yang panik tanpa sadar bertanya ini Yxxx atau Gxxx, menyebut dua nama Om ku. Dari seberang menjawab ini Yxxx.

Kemudian dr seberang ada suara seseorang yang mengaku Polisi. Singkat cerita polisi mengatakan bahwa Om Y tertangkap basah membawa narkoba. Om Y mengaku dijebak temannya. Untuk itu, polisi menghubungi kami sebagai keluarganya. Setelah cerita panjang lebar dan hp berpindah2 tangan dari adikku, aku, ibu , simbah. Sampai dr pihak seberang meminta kami mencatat no HP. Aku pikir no untuk menghubungi mereka. Ternyata mereka agar no tersebut ditransfer pulsa masing2 100rb. tentu saja aku curiga ini adalah penipuan. Mereka beralasan untuk bisa saling berkomunikasi dalam penyelidikan dengan anak buah mereka. Langsung saja aku nelp Om Y dengan hp laen dan ternyata benar ia baik2 saja, malah sedang sibuk bikin laporan kerja.

Setelah tau bahwa itu cuma penipuan, kami lega dan masih saja menanggapi penelepon tersebut. Kami pura2 membelikan pulsa. Ketika kami mematikan sambungan, mereka dengan cepat menelpon lagi. Sepertinya mereka tidak membiarkan kami untuk mencoba menghubungi orang lain, tapi untungnya ada HP laen. Akhirnya setelah lama nelp, mereka sepertinya sadar, dan kebetulan HP q mati karena baterai habis.

Hikmah yang dapat diambil dari peristiwa itu adalah kita harus hati2, terutama jika ada yang mengabarkan berita tentang keluarga kita tetapi meminta transferan pulsa/uang. Modus yang laen biasanya dengan mengabarkan berita bahwa salah satu anggota keluarga masuk rumah sakit dan perlu uang untuk biaya operasi. Selain itu sekarang juga lagi marak SMS penipuan yang mengatasnamakan mama/papa minta dikirim pulsa. Maka WASPADALAH.......